makanan enak tempat lahirku

Tahu Campur
Prospek Makanan Sehat Berimbang Lamongan Kota Tahu Campur, tulisan itulah yang pertama kali akan Anda lihat ketika memasuki gerbang kota Lamongan dari arah Tuban menuju Surabaya . Kota dengan luas 2×3 Km 2 di Propinsi Jawa Timur itu memang terkenal sebagai Kota Tahu Campur dan Kota Soto. Serupa dengan Gudeg Yogya, hampir semua tahu campur di klaim asli dari Lamongan.

Bagi Anda yang belum pernah mencoba makanan khas kota Lamongan ini, mungkin yang pertama kali ada dalam pikiran Anda adalah sebuah makanan dengan tahu sebagai komponen yang dominan di dalamnya. Namun sesungguhnya, tahu yang digunakan dalam makanan ini jumlahnya tidaklah dominan, bahkan dapat dikatakan sedikit bila dibandingkan dengan bahan-bahan lain seperti potongan lontong, mie, tauge, daging tetelan, dan kerupuk udang. Rasa pedas langsung terasa begitu Anda menikmati makanan yang satu ini. Namun rasa khas makanan Jawa Timur ini masih kalah dengan rasa dan aroma petis yang begitu menggoda.

Bagi Anda yang belum familier dengan tahu campur khas Lamongan, pertama kali mengkonsumsinya Anda akan merasakan sensasi sediki rasa pahit dan pedas yang begitu terasa dari kuah petis yang digunakan. Namun bila Anda sudah menikmati tahu campur untuk kali yang kedua, ketiga, dan seterusnya, sensasi rasa tersebutlah yang akan membuat Anda selalu teringat dan ingin kembali menikmati makanan khas dari Lamongan ini. Kuah berwarna hitam pekat, yang juga berasal dari petis, pada awalnya mungkin terlihat tidaklah begitu menarik. Sebagian orang mungkin pada awalnya mengira ini adalah kecap, namun disinilah letak rahasia kenikmatan tahu campur ini.

Rahasia kenikmatan makanan yang lezat disantap ketika masih hangat ini memang berada pada petis yang digunakan serta teknik pembuatan tahu campur itu sendiri. Setiap penjual umumnya membeli petis dengan kualitas terbaik (nomor 1) dan sebelum digunakan sebagai kuah tahu campur, akan mereka olah lagi terlebih dahulu dengan bumbu-bumbu dan teknik tertentu yang menjadi rahasia perusahaan dari masing-masing penjual. Jadi kuah tahu campur tersebut tidak hanya sekedar petis yang diencerkan dengan air semata, namun kaya akan bumbu lainnya, seperti kecap manis, bawang putih, merica dan garam.

Petis sendiri merupakan komponen penyedap dalam masakan Indonesia yang dibuat dari produk sampingan pengolahan ikan/hasil laut (biasanya dari pindang, kupang, atau udang) yang dipanasi hingga cairan kuah menjadi kental seperti saus yang lebih padat. Ada dua macam jenis petis, yaiu petis ikan dan petis udang. Adapun petis yang digunakan untuk tahu campur biasanya menggunakan jenis petis udang. Kedua jenis petis ini berbeda cita rasanya karena bahan baku yang digunakannya berbeda.

Dalam pembuatannya (baik petis udang maupun petis ikan), sering kali ditambahkan gula merah yang sudah dijadikan karamel. Karena itulah warna petis menjadi coklat kehitaman dan rasanya agak manis. Petis biasa dipakai sebagai penyedap (condiment) pada beberapa makanan seperti Rujak (cingur, tahu, gobet, manis), Kupat Lontong (Sidoarjo), Semanggi (Surabaya), Lontong Balap (Wonokromo), Tahu Campur (Lamongan), Tahu Tek (Lamongan), atau Campor (Madura).

Tentunya bukan hanya petis saja yang menarik dari tahu campur. Bahan lain seperti tahu, tauge, daging tetelan, lontong, daun selada dan lento juga menarik untuk dicermati dan dinikmati. Tahukah Anda apa itu “ lento ”?? Lento merupakan perkedel pelengkap tahu campur, yang dibuat dari singkong sehingga tekstur yang dimilikinya menjadi lebih kenyal daripada perkedel kentang yang biasa kita temui.

Pada saat disajikan, yang terlihat dominan pada tahu campur adalah kerupuk udang. Tentu saja hal ini dikarenakan kerupuk udang merupakan bahan terakhir yang ditambahkan dalam meracik tahu campur. Dibalik kerupuk udang tersebut Anda kemudian dapat menemui tauge dalam jumlah yang cukup banyak, tetelan daging, potongan lontong, potongan tahu, dan bahan-bahan pelengkap tahu campur yang lain. Sebelum dinikmati, ada konsumen tahu campur yang mencampur semua bahan-bahan tersebut menjadi satu terlebih dahulu. Namun apabila langsung dimakan tanpa diaduk terlebih dahulu, kenikmatan tahu campur juga tetap dapat Anda rasakan.

Keunikan tahu campur Lamongan tidak hanya pada sensasi rasanya semata, namun juga terletak pada para penjual dan penikmatnya. Penjual tahu campur umumnya terkonsentrasi di wilayah Kota Lamongan. Di luar wilayah kota , Anda akan kesulitan untuk menikmati makanan yang satu ini. Sementara itu, para penikmatnya kebanyakan malah bukan masyarakat atau penduduk kota Lamongan itu sendiri, melainkan para wisatawan ataupun pengunjung yang tengah singgah atau berwisata di kota Lamongan. Unik bukan???

Bila ingin menikmati tahu campur dengan nuansa eksklusif, maka Anda bisa mendapatkannya di depot-depot masakan khas Lamongan yang banyak terdapat di sepanjang jalan raya Surabaya-Tuban yang membelah kota Lamongan. Bagi Anda yang ingin merasakan nuansa kerakyatan, para pedagang kaki lima di sekitar alun-alun kota Lamongan merupakan pilihan yang paling tepat. Selain harganya yang lebih terjangkau, hiruk-pikuk keramaian kota Lamongan juga menjadi sensasi tersendiri yang ditawarkan disana. Hanya saja para pedagang tersebut biasanya baru akan menggelar dagangannya ketika hari sudah beranjak malam.

Selain kenikmatan rasanya, tahu campur juga memiliki potensi yang besar sebagai masakan yang menyehatkan. Ditengah-tengah mulai semakin menjamurnya makanan “junk food”, ala barat, tahu campur dapat diangkat sebagai makanan tradisional yang bermanfaat dilihat dari sudut pandang kesehatan. Komposisinya yang begitu beragam, mengakibatkan protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin akan dapat Anda peroleh sekaligus dalam jumlah yang cukup ketika mengkonsumsi tahu campur.

Tahu, sebagai salah satu bahan utama yang digunakan dalam pembuatan tahu campur, tentu Anda semua sudah tahu betapa besar manfaatnya untuk mencukupi asupan protein yang diperlukan oleh tubuh, dalam hal ini protein nabati. Dalam tubuh, protein diperlukan untuk membantu proes pembangunan dan pengaturan metabolisme agar tetap berjalan lancar.

Selain itu tahu campur juga memiliki tauge yang tidak kalah bermanfaatnya bagi tubuh Anda. Vitamin B, C, dan E banyak terdapat di dalamnya.Vitamin-vitamin tersebut bermanfaat untuk menjaga agar kondisi tubuh tetap sehat dan fit. Selain itu, makanan yang terbentuk melalui proses berkecambah kacang-kacangan ini ternyata bisa menurunkan tekanan darah tinggi (hypertensi), dan meningkatkan kesuburan.

Mengkonsumsi tahu campur juga akan memberikan asupan lemak bagi tubuh. Lemak ini berasal dari daging tetelan yang digunakan. Dengan adanya lemak, maka energi tubuh dapat terjaga dan vitamin A, D, E, dan K juga dapat diserap tubuh dengan baik. Daging tetelan juga menyediakan asupan protein bagi tubuh. Jadi, jelas bahwa tahu campur menyediakan hampir semua komponen yang diperlukan tubuh untuk beraktivitas, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

Selain bahan-bahan yang telah disebutkan, tahu campur juga kaya akan rempah-rempah, semisal jinten, ketumbar, kunyit, kencur, daun jeruk purut, dan bawang putih. Dengan beragamnya zat gizi yang dikandung tahu campur tersebut, maka tidak perlu ada kekhawatiran yang muncul ketika mengkonsumsinya.

Terbukti sudah bahwa tahu campur memang makanan sehat dan berimbang bagi siapapun. Rasanya yang lezat dan unik semakin memperkaya kelebihan yang dimiliki oleh makanan khas kota Lamongan ini. Melihat berbagai manfaat yang ditawarkan tahu campur Lamongan, masih berfikir dua kali untuk mencobanya ???

<!–

  –>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: